Konflik Gajah-Manusia di Pamar, Rusip Antara: Antara Ruang Hidup Satwa dan Kehidupan Warga
Aceh Tengah – Konflik antara gajah liar dengan masyarakat terus terjadi di kawasan Pamar, Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah. Sejumlah warga melaporkan keberadaan kawanan gajah yang memasuki kebun kopi dan tanaman pangan mereka. Peristiwa ini menimbulkan keresahan, karena ancaman kerusakan lahan dapat berdampak langsung pada sumber ekonomi keluarga.
Dari sisi masyarakat, keberadaan gajah kerap dipandang sebagai ancaman nyata. Lahan perkebunan yang dibuka dengan kerja keras bertahun-tahun menjadi tumpuan hidup mereka. Kehadiran gajah yang merusak tanaman tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menciptakan rasa takut bagi warga untuk beraktivitas di ladang.
Namun, dari sudut pandang gajah, konflik ini terjadi karena semakin menyempitnya ruang jelajah mereka. Kawasan hutan yang dahulu menjadi habitat dan sumber pakan kini berkurang akibat pembukaan lahan. Gajah secara naluriah mencari makanan di sekitar perkebunan warga karena alaminya mereka membutuhkan wilayah jelajah yang luas untuk bertahan hidup.
Leuser Hijau Lestari menilai, konflik ini adalah potret dari ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan satwa liar. “Kedua pihak sama-sama berjuang untuk hidup. Masyarakat butuh kebun untuk menyambung ekonomi, sementara gajah membutuhkan ruang untuk bertahan hidup,”
Konflik di Pamar ini kembali mengingatkan bahwa harmoni antara manusia dan satwa hanya dapat tercapai bila ruang hidup keduanya terjaga secara berimbang.